Melukiskanmu
saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu, tiada yang
menjawabku selain hatiku dan ombak berderu.
Dengarkah kamu? Aku ada. Aku masih
ada. Aku selalu ada. Rasakan aku, sebut namaku seperti mantra yang meruncing
menuju satu titik untuk kemudian melebur, meluber, dan melebar. Rasakan
perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.
Tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hati. Kadang benda mati yang memenangkan tempat di sisimu, atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu. Ku ingin jadi cicak di dindingmu. Hanya suara dan tatapku menemanimu.
Tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hati. Kadang benda mati yang memenangkan tempat di sisimu, atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu. Ku ingin jadi cicak di dindingmu. Hanya suara dan tatapku menemanimu.
Dan ku menyadari tanganku. Tak kan
mampu meraihmu. Walau cinta katanya tak
kan lelah memberi.
Kulepas engkau ombak hatiku. Percikmu
abadi menyegarkanku. Namun biarlah kini, kuingin jadi cicak. Hanya suara dan
tatapku menemanimu.
Sahabatku, usai tawa ini izinkan aku
bercerita:
Telah jauh, ku mendaki. Sesak udara
di atas puncak khayalan. Jangan sampai kau di sana. Telah jauh, ku terjatuh. Pedihnya
luka di dasar jurang kecewa. Dan kini sampailah, aku disini...
Aku sampai di bagian bahwa aku telah
jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari
bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa
kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.
“If once we had decided to forget, then we alone can decide
to remember. We all started the same journey. This had been an illusion of a
journey, for it didn't have a start and didn't have an end.”
"Mereka
yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka
yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia. Dirinya bukan
malaikat yang tahu siapa lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak
penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi
untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan
masuk akal bagi seseorang."
Diambil*
dari Rectoverso karya Dee:
Aku Ada_Cicak
di dinding_Curhat Buat Sahabat_Hanya Isyarat_ Back to Heaven’s Light_Malaikat
Juga Tahu
*Melewati
proses pembacaan, cut dan paste, serta dibantu oleh imajinasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar