Rabu, 06 Oktober 2010

Aku Kembali

Setelah aku berpisah dengan pacarku yang terakhir, aku butuh waktu yang cukup lama untuk melupakannya. Beberapa kali aku berusaha untuk menyukai seseorang, tetapi aku selalu gagal mendapatkannya. Aku ingin seperti sahabat-sahabatku yang tidak kesepian karena sudah mempunyai pacar, dan hubungan mereka bisa bertahan lama. Jujur saja aku kesepian, tidak ada yang memperhatikanku jika aku sakit, tidak ada yang menyemangatiku jika aku bersedih, tidak ada yang bisa aku ajak untuk berbagi. Aku kesepian, dan aku menyerah.

Pada saat-saat aku kesepian, aku mendengar ada yang suka padaku dari jurusan yang lain, dua orang. Orang pertama sama sekali nggak membuatku tertarik padanya, entah kenapa. Aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa, ngggak lebih. Yah, mungkin karena aku belum menemukan sesuatu yang membuatku kagum padanya. Malah aku menemukan sosok yang sok keren padanya, dan aku nggak suka. Cowok yang kedua, mendekatiku dengan cara sms. Awalnya aku hanya iseng meledeninya, lalu tiba-tiba dia sms dengan kata-kata yang membuatku jijik, Boleh kenalan gak? Jujur saja aku sangat nggak suka dengan kata-kata itu. Aku merasa itu adalah kata-kata yang murahan. Aku bukan cewek murahan. Setelah itu aku sama sekali nggak membalas smsnya. Ketika selesai ngampus aku diberitahu temanku sosok orang yang kedua, aku kaget. Ternyata dia adalah orang yang pernah membuatku kagum ketika kelas besar. Aku sedikit menyesal sudah tidak menghiraukan smsnya. Tapi apa boleh buat, caranya dia yang salah, dan aku lupa namanya.

Selama beberapa bulan aku dilanda kesepian akut, sampai-sampai aku menyuruh temanku untuk mengenalkan temannya padaku. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi, entah kenapa. Suatu hari aku berkunjung ke rumah sahabat smpku yang banyak sekali fansnya. Dari smp dia emang idola cowok-cowok. Aku berpikir kalo suatu hari aku ingin seperti dia yang dikelilingi cowok-cowok. Tinggal tunjuk langsung jadi. Lagi-lagi aku meminta agar dia mengenalkanku pada temannya, tetapi sampai sekarang nggak ada yang berubah. Setelah aku pikir-pikir, untung aku nggak jadi kenalan. Semua itu hanya emosi sesaat, dan ketika aku mengembalikan diriku ke kondisi semula, aku membenci diriku yang dulu minta dikenalkan ke orang nggak jelas.

Kini aku kembali ke kondisi awal yang tidak benar-benar menyukai siapapun. Hanya sekedar suka sama temanku, tapi nggak pernah berkeinginan untuk lebih dekat. Bisa dibilang hanya sebagai cuci mata saja. Lalu aku disibukkan dengan berbagai acara kampus hingga aku sama sekali nggak sempat memikirkan masalah cowok dan status kesepian. Hingga suatu hari aku mendaftarkan lap topku supaya bisa dibuat wifian di kampus. Rencananya sih donlot lagu-lagu lama.

Dari situ aku mencari beberapa teman dari temanku lewat facebook. Hampir setiap hari aku facebook-an dengan teman-temanku yang lainnya. Lalu tiba-tiba ada yang ngomen statusku. Aku agak familiar dengan namanya, lalu aku mulai mencari tahu siapa anak ini. Beberapa jam kemudian aku mengetahui kalo anak ini adalah anak yang dulu pernah ndeketin aku dan aku pernah kagum sama dia. Dari situ aku mulai mencari tahu kepribadiannya. Kita sering komen-komenan status. Hingga ada temannya yang menggoda dia lewat facebook.

Berbarengan dengan itu, mantanku yang pertama tiba-tiba muncul dan menjawab semua pertanyaan yang dulu tidak sempat terjawab hampir empat tahun yang lalu. Dia membawaku kembali ke masa lalu, aku agak terlena dnegan kata-katanya. Berbarengan dengan itu juga, tiba-tiba seniorku di SMA muncul dan mengatakan kalau selama ini dia jadi pengagum rahasiaku. Aku jelas kaget dengan pernyataannya yang tiba-tiba. Tapi aku mencoba tidak memasukkannya ke dalam hati. Tapi dia semakin blak-blakan menunjukkan kalau dia memang suka aku, tapi dia tidak pernah memaksaku untuk menyukainya. Tanpa kusadari ada empat orang yang menyukaiku, dan tiga diantaranya membuatku bingung.

Cowok pertama (anggap saja dia Neder) dia selalu membuatku kagum dengan status-statusnya. Biasanya anak-anak kalo pasang status tuh selalu nggak penting. Tapi statusnya selalu mengandung makna yang dalam. Dan dia selalu mengungkapkan perasaannya lewat status itu. Walaupun tidak tertera namaku, tetapi itu jelas ditujukan padaku. Statusnya selalu menyentuku karena aku pernah berada diposisinya. Menyukai seseorang tetapi tidak sanggup untuk sekedar mendekatinya. Aku memahami perasannya. Aku selalu membalas statusnya dengan aku menulis status tentangnya. Dia selalu menyadarinya, dan selalu menjadi orang pertama yang berkomentar. Walaupun dia belum mendekatiku seperti dua cowok yang lainnya, tetapi entah mengapa aku selalu memancingnya agar berani mendekatiku.

Cowok kedua adalah mantanku. Dia membuatku kembali ke masa-masa indah dulu. Mengingatkanku betapa dulu aku sangat mencintainya, dan dia menunjukkan perasaan yang sama seperti dulu. Kata-katanya selalu membuatku melayang. Dia membuatku merasa bahwa aku dipuja.

Cowok ketiga adalah seniorku. Aku jarang sekali bertemu dengannya. Kita bertemu jika ada event-event tertentu saja. Dulu aku pernah menyukainya, tetapi entah kenapa setelah aku tahu kalau dia menyukaiku, aku tiba-tiba menjauh. Dia menyukaiku sejak dua tahun yang lalu. Dia selalu menggodaku dengan kalimat-kalimatnya yang blak-blak-an. Yang tidak aku sangka adalah, dia selalu memperhatikanku jika kita bertemu hingga dia mengerti betul bagaimana sifatku yang sebenarnya, yang aku sembunyikan dari teman-temanku. Dia bisa menangkap sosok positifku yang nggak bisa dilihat orang lain. Dia menelanjangiku dengan kata-katanya.

Kini aku sangat bingung dengan ketiga cowok ini. Aku tidak tahu apa maksudku memberi mereka harapan. Padahak aku paling nggak suka memberi harapan palsu. Tapi kalau kondisinya aku agak tertarik dengan ketiganya, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus membiarkannya sampai hatiku yang memutuskan? Aku berharap apapun keputusanku nanti, nggak akan membuatku menyesal dan akan membuat yang lainnya lebih berlapang dada.

Sekarang aku hanya menjalaninya apa adanya. Nggak mau terlalu memusingkan hal yang belum tentu terjadi. Aku kembali menemukan diriku, kembali ke gayaku. I’m back!

4 komentar:

  1. let it flow sist..
    ikuti kata hatimu..
    kamu pasti menemukan kebahagiaan itu..
    walaupun kebahagiaan kadang-kadang datang dalam carayang berbeda-beda..

    BalasHapus
  2. kebahagiaan nggak cuma datang dari lawan jenis dan aku yakin kamu pasti tau soal itu.
    walaupun yg didapat nggak sama, tapi kebersamaan dengan teman maupun sahabat seringkali bisa menyaingi kebahagian bersama kareshi/kanojo.
    menurutku begitu dan bagiku itu benar karena aku sendiri ngerasain itu.
    seperti kata risda, let it flow.
    Wait until you realize what's best for you, then go get it...

    BalasHapus
  3. hehe...
    kalian bener banget. love you all

    BalasHapus