Rabu, 13 Oktober 2010

Jalan Berkabut

Sepertinya jalan berkabut di depanku sudah mulai terlihat. Dua jalan yang awalnya tampak meyakinkan, sekarang membuatku ragu. Tiga jalan bercabang itu mulai pudar satu per satu dan kini sepertinya hanya ada satu jalan yang jelas. Namun aku belum benar-benar yakin untuk berjalan di atasnya. Apa aku harus mencoba atau diam di tempat, menunggu hingga jalan itu terlihat jelas atau malah makin tertutup kabut?

Aku takut dengan kabutnya. Aku takut jika aku melangkah aku malah masuk ke jurang. Aku harus berpikir apa yang harus aku lakukan. Apakah aku terlalu berhati-hati atau sebenarnya aku pengecut?

Suara angin terdengar samar di telingaku. Membisikkan sesuatu yang tidak bisa aku tangkap. Suara-suara itu tetap menghantui kepalaku. Sudah, hentikan! Biarkan aku berpikir. Aku menutup mata, mengurai satu per satu inginku. Aku membuka mata. Kulangkahkan kakiku ke depan dan memandang  tegas jalan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar