Kamis, 02 Desember 2010

Tak kan ada yang bisa dibandingkan

Entah apa yang bisa aku ibaratkan denganmu. Tapi mungkin tidak akan pernah ada yang bisa aku samakan denganmu karena kamu terlalu warna-warni. Pelangi yang warna-warni pun belum bisa aku samakan denganmu. Karena warna di pelangi hanyalah warna-warna terang nan indah. Sedangkan warnamu tidak hanya terang nan indah tetapi ada warna-warna gelap yang tidak ada pada pelangi. Mungkin karena itulah kenapa kamu mengatakan kalau kamu tidak pernah mau disamakan dengan apapun. 

Yudha, entah apa yang sedang kamu pikirkan sekarang. Aku tidak tahu apa yang ingin kamu katakan padaku. Walaupun aku sudah mendesakmu untuk mengatakannya, tapi mulutmu tetap diam. Sedangkan matamu mengisyaratkan suatu hal yang tidak baik. Aku tidak bisa menatap wajahmu. Berulang kali air mata ini memaksa keluar ketika kamu tidak menatapku. Berulang kali aku harus menatap langit mendung, mencari-cari sebuah objek yang bisa menguatanku. Tapi aku terlalu lemah untuk menahannya. Aku harus menyembunyikannya. Aku tidak ingin kamu melihatku menangis. Karena semakin kamu melihat air mataku, maka semakin susah kamu untuk mengatakannya.

Melihat wajah mendungmu, membuatku untuk semakin kuat dan bersabar. Aku tidak akan memaksamu untuk mengatakannya. Aku akan menunggu hingga kamu siap untuk mengatakannya padaku. Tidak apa aku bukan yang pertama, tapi jangan jadikan aku yang terakhir. Aku berjanji, suatu saat ketika kamu mengatakannya, aku tidak akan menangis. Aku akan kuat dan aku akan menguatkanmu dengan senyuman.  

There can be miracles when you believe. 
Who knows what miracles you can achieve. 
You will, when you believe.

1 komentar: