Bisakah kamu menghilang? Aku benar-benar tidak membutuhkanmu. Kamu merusak segalanya. Kamu cukup muncul di rumah, tak perlu kamu mencampuri urusanku lagi. Keegoisanmu, amarahmu cukup kamu tunjukkan di rumah. Selama ini kamu tidak pernah muncul selain di rumah, tapi kenapa setelah aku bersamanya, kamu keluar dari persembunyianmu? Apa karena sekarang aku punya hati? Tidak perlu kamu cemburu padanya, aku punya waktu untukmu di rumah.
Aku ingin membekukanmu selamanya. Aku ingin hidup tanpa amarah. Tidak masalah aku akan tersakiti dan menjadi hollow, yang penting dia tidak kusakiti lagi. Karena kamu bisa dengan mudah membalik kehidupannya yang bahagia menjadi menderita. Aku akan menyembunyikanmu dengan topeng seperti biasanya. Bersabarlah alter ego. Simpan semua logikamu, saat ini aku hanya butuh hati.
Aku sungguh menyayanginya, perasaanku padanya berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Dia juga berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Tidak pernah aku sampai harus menyingkirkanmu seperti ini. Aku tahu, pasti akan lebih banyak air mata berjatuhan karenanya. Kamu pun akan lebih berontak dari biasanya. Tetapi aku memilih resiko seperti ini karena aku menginginkan hidup yang lebih baik, karena aku tahu dia mampu membahagiakanku. Wahai Alter ego, maafkanlah aku, pahamilah pilihanku. Aku harap suatu saat kamu bisa menerima kehadirannya dan bersyukur karena dia datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar