Aku melihatnya di cermin
Gadis yang berwajah masam
Matanya hitam berwarna kehidupan
Dengan kulit pucat tersembunyi di balik sutera
Gadis yang tidak punya bayangan di kakinya
Badannya transparan dalam ramai
Memandangi setiap orang dengan telinganya
Memahaminya dengan mata yang hitam
Ia tersenyum manis
Menyembunyikan kerutan di bawah matanya
Di siang yang sejuk
Hatinya menggigil dalam jaket tebal
Bersandar pada pundak yang hangat beku
Meneriaki duri yang tumbuh di sandarannya
Berteriak sekeras malam
Dalam tidur ia menangis
Melihat kain usang yang ia buang
Sejauh apapun ia membuangnya
Kain itu kembali di sudut matanya
Ya, kain yang pekat seperti malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar