Mencari orang yang benar-benar bisa menerima kita apa adanya itu memang susah. Orang-orang mengatakan teman lebih bisa menerima kita apa adanya. Sepertinnya nggak semua orang bisa menerima diri kita apa-adanya. Setelah aku banyak bercerita padanya tentang keluargaku, hidupku, dan Dia bercerita tentang dirinya, masa lalunya, dia masih belum menganggapku temannya. Bahkan dia mengatakan kalau semua ceritaku mengganggunya, menambah bebannya. Dia menyuruhku untuk tidak lagi bercerita kepadanya tetapi ke teman-temanku yang lain-lainnya. Tetapi maaf, ceritaku bukanlah sesuatu yang bisa diumbar kemana-mana, seperti konferensi pers para selebritis. Karena aku hanyalah manusia biasa yang punya rahasia, dan aku hanya ingin bercerita kepada satu orang saja.
Tetapi di saat aku benar-benar membutuhkannya, seperti aku membutuhkan air ketika aku haus, dia membuangku. Semuanya seperti menabrakku dengan sekali serangan. Aku berharap dia memungutku kembali, karena padanya aku tidak berpura-pura kuat. Dia adalah orang yang telah berpengaruh di hidupku.
Satu hal yang sangat aku ingin agar dia mengetahuinya. Kesamaan kita yang tidak disengaja, dan tidak semua orang bisa berpikir begitu. Aku akan memberitahunya jika dia memang ingin tahu. Tetapi aku akan tetap menjadikannya cerita yang belum selesai jika dia memang tidak ingin tahu. Aku ingin dia mengetahuinya, aku ingin menyelesaikan ceritaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar