Senin, 27 September 2010

Kebetulan atau Takdir?


Ada seorang perempuan yang biasa saja. Tidak termasuk dalam golongan cewek-cewek idola kampus tapi bukan berarti dia tidak cantik, dia tidak termasuk golongan cewek yang taat banget sama agama, dia juga bukan golongan cewek terpintar di kampus. Dia hanya cewek biasa yang banyak ditemukan di kampus. Tapi ada satu keistimewaan pada cewek ini. Dia punya prinsip dan walaupun umurnya hampir menginjak dua puluhan, dia masih suci. Mungkin.
Gadis ini punya banyak teman, banyak juga yang mengenalnya. Namun dia sangat canggung dengan lelaki. Hal ini membuatnya buruk dalam hal percintaan. Dia tidak mau “bersentuhan” dengan laki-laki. Bukan karena dia sok suci, tapi trauma yang membuatnya menjadi begini. Dulu ketika dia belum tahu apa itu pelecehan, dia beberapa kali telah dilecehkan oleh orang-orang yang berada di dekatnya. Setelah dia mulai remaja, dia baru tahu kalau dia telah mendapatkan pelecehan. Namun dia tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada bukti yang kuat.
Hingga suatu saat dia akhirnya mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, dan kencan untuk pertama kalinya. Tapi hubungan itu hanya bertahan dalam hitungan hari, karena dia tidak bisa sering-sering keluar rumah. Beberapa tahun kemudian dia akhirnya pacaran lagi. Namun hubungan itu hanya bertahan beberapa bulan. Alasannya mungkin karena cewek itu dari awal memberitahu pacarnya bahwa dia tidak mau “disentuh”. Dia tidak mau dipeluk, tidak mau dicium, dia hanya mengijinkan untuk digandeng saja. Itu pun dia berusaha menerima ketidaknyamanannya. Demi pacarnya tentunya. Akhirnya pacarnya kabur dengan gadis lain yang mau “disentuh”. Ironis memang, tetapi gadis itu mencoba berpegangan pada prinsipnya. Hingga suatu saat dia berbisik pada Tuhan, “Tuhan, apakah mungkin aku punya pacar dengan prinsipku ini? Aku ingin berhubungan karena cinta, bukan nafsu”.
***
Di tempat yang lain ada seorang laki-laki yang lumayan keren dan tajir. Semua mantan ceweknya pun cantik-cantik seperti model. Dia mempunyai pacar yang bahenol, cantik, dan tajir juga. Hubungan mereka berlangsung cukup lama. Dia sangat menyayangi ceweknya. Tapi ada sesuatu yang membuatnya agak tidak nyaman dengan ceweknya, ceweknya agresif.
Pernah suatu ketika dalam perkuliahan, si ceweknya memeluk tangannya, dan menempelkan dada gemuknya padanya. Cowok itu kaget, namun dia mencoba menikmatinya saja. Toh, aku nggak minta, batinnya. Setiap mereka berciuman, yang meminta selalu ceweknya. Awalnya hanya ciuman biasa, namun semakin lama ciuman itu semakin dalam. Dia mencoba menerima walau sedikit tidak nyaman dan jijik.
Ceweknya pun sering salah paham. Jika cowok itu mengomentari pakaiannya yang kadang sexy, si cewek itu menanggapinya “beda”. Dimana ada kesempatan mereka berdua, si cewek itu selalu melancarkan aksinya. Ketika kelas sepi, bioskop, bahkan dalam mobil. Di mobil malah lebih parah, cewek itu mengajaknya berciuman kemudian menjamah dan meminta cowoknya untuk petting. Dia sempat terlena, namun cowok itu akhirnya menolak halus, takut menyakiti perasaan ceweknya. Beberapa hari kemudian cowok itu meminta putus dengan ceweknya karena dia terlalu agresif. Dia capek meladeni ceweknya. Tetapi ceweknya menolak putus dan berjanji tidak terlalu agresif lagi. Tetapi janji hanya di mulut saja, beberapa minggu kemudian cewek itu kembali agresif. Cowok itu meminta putus lagi, tapi mereka rujuk kembali. Hingga suatu saat dia mengetahui fakta bahwa ceweknya selingkuh. Dia langsung meminta putus, dan mereka bener-benar putus. Kemudian ketika dia termenung dalam kamar dia berbisik, “Aku mau pacaran yang nggak pakek nafsu. Jika ada cewek yang bisa bikin aku kayak gitu, dia akan aku jadikan istri”.
***
Suatu hari cewek itu mengikuti acara di kampus. Dia bertemu dengan senior-seniornya. Dia menangkap sosok misterius dari salah satu seniornya, dia pendiam tetapi banyak teman yang mengelilinginya. Ketika ada acara menukar kado, dia bingung mau memberikannya pada siapa. Kemudian dia bertatapan mata dengan senior misterius itu, lalu dia memberikan kado padanya tanpa alasan.
Beberapa minggu setelah kejadian itu, tanpa sengaja mereka sama-sama menjadi panitia di suatu acara di kampusnya. Mereka pun semakin dekat, cewek itu pun mulai mengenal kepribadian lainnya dari senior itu. Senior itu tidak sependiam yang dia kira, lucu malah. Ia sering dibuat tertawa dengan cerita-ceritanya. Dari hanya cerita ringan kemudian merambah saling curhat tentang hidup masing-masing. Senior itu menceritakan kisah percintaan yang pernah dia alami. Lalu senior itu mengucapkan kalimat yang membuat cewek itu terkejut, “Aku pingin pacaran nggak pakek nafsu. Kalo ada cewek yang bisa bikin aku kayak gitu, langsung tak lamar dan tak jadiin istri”. Cewek itu terdiam dan  berkata dalam hati, ‘Aku juga’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar